Peta persaingan raksasa ecommerce ...

Peta persaingan raksasa ecommerce indonesia


Masih ingat di awal milenium ini banyak sekali home shopping televisi yang menawarkan promosi murah?
dimana masa itu juga tersebar di pusat perbelanjaan dengan fasilitas cicilan ringan,pesan antar, garansi bertahun-tahun?

Di tahun ini hal-hal yang tadinya berjalan di platform belanja televisi, kini menjadi mudah dengan smartphone, terlebih trend mendukung lantaran masyarakat indonesia gegap gempita menyambut cara belanja yang kian modern ini.

Namun siapa sangka di balik suburnya pertumbuhan pebisnis online, terdapat deru perpacuan antar pengusaha yang bergulat di dunianya, bukan hanya pengusaha properti yang berlomba untuk membeli lahan di pinggiran lalu membranding habis-habisan akses maupun pertumbuhan sosial di wilayah tersebut.

Pertempuran itu juga terjadi di dunia maya,perkembangan paling mutahir adalah investasi miliaran US$ di Indonesia sehingga melahirkan tiga Unicorn, yaitu:

1. Tokopedia
2. Gojek
3. Traveloka.

Selain itu, terjadi pengelompokan bisnis:

1). Tokopedia dan Lazada (yang diinvest oleh Alibaba)

2). Shopee, JD, Traveloka (yang diinvest oleh Tencent)

3). Blibli dan Tiket.com (yang diinvest oleh GDP Capital milik Djarum Group)

Saham Alibaba di Tokopedia memang tergolong minoritas, namun di Lazada sudah mencapai 80%.
Ini kemudian akan diintegrasikan dengan payment gateway (Alipay dan Doku) serta didukung kekuatan logistik China Smart yang mendominasi logistik Asia Tenggara melalui Singpost.

Strategi jangka panjang Jack Ma Strategi adalah menguasai infrastruktur di SEA utamanya Indonesia melalui kendaraan ecommerce.



Alibaba sudah membangun infrastruktur FBL (Fulfilled by Lazada – 60.000 SQM gudang di Cimanggis dan terus membangun di kota-kota lain dan memiliki infrastruktur delivery sendiri dengan LEX – Lazada Express .

Pesaing kuat Alibaba adalah Tencent (induk semang dari JD.co). Tencent masuk ke Indonesia melalui JD.id , Gojek dan Traveloka. Tencent pun ingin menguasai infrastuktur payment Go-PAY yang dipakai Go-JEK, yang saat ini sudah menjadi e-wallet terbesar di Indonesia, mengalahkan e-wallet yang dibuat bank dan telko. JD.ID sudah mulai membangun gudang distribution Center di Jakarta maupun di Kota-kota besar di Indonesia beserta Hub pengirimannya sendiri. Tencent makin kuat dengan investasi di Shopee.co.id.

Kedua pemain raksasa ini sudah mengubah peta e-commerce Indonesia.  Setahun terakhir ini GMV- nya di pasar Indonesia  meningkat pesat dengan membawa produk-produk murah China.



Petinggi Shopee menyatakan dalam kurun waktu dua tahun ke depan, pasar Indonesia hanya akan menjadi medan pertempuran dua raksasa ecommerce dr China: yaitu Lazada (+ Tokopedia) dan Shopee.
0.00 / 0 votes

In order to comment, please sign in

Comments


Loading
User Menu
Tag Cloud